Dua Organisasi Wakili FWTB Ingatkan Bupati Tulang Bawang

(Mediajagoan.com) Tulang Bawang Lampung–Kontroversi antara Forum Wartawan Tulang bawang Bersatu (FWTB) dengan dinas kominfo Kabupaten Tulangbawang kembali berlarut larut. Setelah beberapa pekan lalu menggelar aksi damai di halaman Kantor Bupati Tulangbawang, para jurnalis menilai Bupati Qudrotul Ikhwan ingkar terhadap komitmen yang pernah ia sampaikan secara terbuka kepada seluruh wartawan sa,at menjawab aksi damai FWTB beberapa pekan lalu. Sabtu (13/12/2025).

Ketua Komite Wartawan Indonesia (KWI) Tulangbawang, Jeffry Pratama, S.kom bersama Sekretaris Assosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), Feri Yadi, yang tergabung di FWTB menegaskan bahwa rasa kecewa itu bukan tanpa alasan. Mereka mengingatkan kembali bahwa saat aksi damai berlangsung, Bupati Qudrotul Ikhwan secara gamblang berjanji akan menindaklanjuti lima tuntutan yang dibawa FWTB.

“Selagi tidak menyalahi aturan dan sesuai regulasi, kita penuhi. Termasuk bila perlu hari ini kita ganti Kepala Dinas Kominfo, itu kata bupati sa,at kami aksi damai beberapa pelan lalu,” ujar mereka sa,at di wawancara di kantor FWTB Gunung Sakti Pada Jum’at (12-12-2025).

Namun, setelah tiga bulan berjalan, para wartawan menilai tidak ada satu pun kepastian yang diwujudkan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tulangbawang pun belum memberikan pengumuman atau tindak lanjut nyata yang dijanjikan.

Salah satu sorotan tajam wartawan adalah pernyataan Kominfo yang berencana berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait persoalan tersebut. Para jurnalis FWTB menduga pernyataan itu hanya retorika tanpa realisasi.

“Tidak ada bukti konkret bahwa Kominfo benar-benar melangkah ke Kemendagri, Ini semua hanya akal-akalan. Tidak mungkin Kemendagri melayani hal sepele seperti ini, Semua kembali pada kebijakan pemerintah daerah, kondisi seperti ini tidak ditemukan di kabupaten lain,” Cetus feri dan Jefri.

“Kalau tidak mampu menjalankan tugas dan fungsi, jangan terlalu lama duduk di kursi empuk itu. Pindah saja atau nonjob sekalian. Jangan jadi benalu bagi kawan-kawan media,” tegas keduanya.

Bupati Qudrotul Ikhwan diharapkan mengambil langkah konkret tanpa menunda waktu. Mereka mengingatkan bahwa pembiaran terhadap persoalan ini akan merusak harmonisasi antara dinas kominfo daerah dan insan pers, serta berpotensi mencoreng citra salah satu dinas yang dipimpin Qudrotul di mata publik.

“Anggaran media memang disiapkan untuk mendukung keberlangsungan kerja insan pers. Jika ada oknum yang menghambat, itu dapat merusak ekosistem informasi dan transparansi di Kabupaten Tulangbawang,” Jelas mereka yang tergabung di FWTB.

Jefri dan feri menghimbau kepada Bupati Tulangbawang  agar bisa segera di tindaklanjuti, bila tidak segera di tindak lanjut maka kami akan gelar aksi besar-besaran karena ini urusan perut Insan Pers yang memang berdomisili asli Tulangbawang,” Ungkap Jeffry dan Feri.

Untuk diketahui, FWTB melakukan aksi damai beberapa pekan lalu hal ini dilakukan karena dinas kominfo tulang bawang mengeluarkan surat edaran  bahwa :

Kominfo akan bekerjasama dengan perusahaan media yang terverifikasi dewan pers, hal ini dilakukan dinas kominfo tulangbawang mengacu kepada peraturan kementerian dalam negeri. Sementara Memperhatikan di propinsi lampung tidak ada yang memakai peraturan seperti yang diterapkan oleh dinas kominfo tulang bawang.

Sangat di sayangkan, sampai berita ini diterbitkan, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulangbawang belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang menghangat tersebut. (Wr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *